Latest Posts | Latest posts from our site.

Kamis, 13 September 2018

Lagi, Siswa SMK Baitul Makmur Torehkan Prestasi Juara Favorit Lomba Pidato se-Kota Malang

MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Baitul Makmur kembali sukses menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini, Azzahro Maulidia, siswa Kelas XII Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil mendapatkan juara favorit dalam ajang Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang. Acara yang digelar oleh Garda Pancasila Kota Malang yang diketuai mantan Wali Kota Malang Drs Peni Suparto, MAP,  pada Ahad (9/9/2018) ini bertempat di Gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, Jalan Ijen.

       Sebelumnya, Fina Sahro, siswa Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Islam Baitul Makmur mencatatkan prestasi Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.
      Guru Pembimbing Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang SMK Islam Baitul Makmur, Restu Hapsari Rahayu, S.Pd, mengatakan keberhasilan Azza, sapaan Azzahro Maulidia, meraih salah satu juara karena adanya potensi besar yang dimiliki siswanya tersebut.

      “Saya hanya tinggal memoles dan memberikan tambahan sedikit karena pada dasarnya Azza punya kemampuan untuk bicara di depan banyak orang dan rasa percaya diri yang cukup. Mudah-mudahan dapat juaranya tidak hanya di tingkat lokal saja tetapi jenjang lebih tinggi lagi,” ujar guru Bahasa Indonesia yang murah senyum ini.
       Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, yang juga guru pembimbing Azza, menambahkan pihaknya optimistis bakal mendapatkan salah satu juara dari 50 peserta yang tampil saat itu. Padahal, persiapannya mepet, hanya tiga hari menjelang lomba.
Tetapi, lanjut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur ini, penampilan Azza saat itu dinilai bagus, tidak terkesan canggung walaupun kurang latihannya, dasarnya memiliki basic yang kuat, dan semangat untuk fastabihul khairatnya bersaing.

      “Saya hanya mengarahkan  agar suaranya ‘keluar’, seperti intonasinya, pelafalannya, ekspresi wajah dan gayanya,” kata Febby yang sebelumnya juga sukses membimbing dan mengantarkan Fina Zahro juara II dalam Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.
Selain meraih juara favorit, dia mengatakan, siswa SMK Baitul Makmur yang datang bersama gurunya untuk mendukung penampilan Azza dalam ajang lomba tersebut, juga meraih penghargaan sebagai suporter terbaik ketiga.
“Alhamdulillah, spontanitas anak-anak yang turut menyemangati temannya berlomba berhasil meraih juara ketiga sebagai supporter terbaik,” ujarnya.

Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, menyatakan terima kasihnya atas keberhasilan Azza meraih juara favorit dalam lomba pidato tersebut. “Alhamdulillah saya sampaikan terima kasih kepada Azza, mudah-mudahan ini menjadi embrio jauh lebih baik dan  menjadi pioner bagi teman-temannya di sini. Jadi ini alhamdulillah dengan pembimbing-pembimbing yang baru, rasanya Baitul Makmur semakin lebih baik, utamanya SMK. Terima kasih Pak Feby dan teman-teman yang lain sudah membimbing anak-anak,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini.

      Sementara itu, saat dimintai komentarnya, Azza mengatakan kegembiraannya atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah dari tampil pada lomba kemarin saya mendapatkan ilmu, baik dari isi pidato yang disampaikan maupun kesempatan yang diberikan. Awalnya, saya sempat pesimistis tetapi setelah melihat kehadiran Pak Feby bersama Bu Heny (Heny Yuni Prastuti, S.Pd) dan teman-teman melecut saya tampil optimal,” kata Azza bangga. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 06 Agustus 2018

“Naik Bus Ongkosnya Baca” Antar SMK Baitul Makmur Juara II Festival Literasi Se-Jatim

MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baitul Makmur sukses meraih Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam bidang Lomba Karya Vokasi Moda Literasi Bergerak.  Mengusung “Naik Bus Ongkosnya Baca”, Fina Sahro, siswi Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil menjadi terbaik kedua lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.


      Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan, prestasi yang diraih Fina Sahro merupakan prestasi yang luar biasa bagi SMK Baitul Makmur yang beralamat Jalan Sawojajar 17B No.58 ini. Pasalnya, persiapan yang dilakukan sangat mepet mendekati batas akhir pendaftaran
      “Persiapan yang dilakukan hanya empat hari sebelum penutupan, anak-anak alhamdulillah mendapatkan hasil juara kedua. Kami bersyukur sekali, karena yang masuk nominasi seleksi se-Jawa Timur sebanyak 75 peserta dari sekitar 600 peserta yang mengusulkan karyanya, dan dari jumlah ini kami berhasil meraih juara atas nama Fina Sahro,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini, di SMK Baitul Makmur, Rabu (1/8/2018).


      Bu Fat berharap prestasi yang dicapai SMK Baitul Makmur ini merupakan awal untuk meraih keberhasilan di tahun-tahun mendatang. Apalagi, lomba literasi ini merupakan sesuatu yang baru diperlombakan. “Jadi, prestasi ini sangat membanggakan kami karena ini pengalaman pertama bagi SMK Baitul Makmur,” papar dia.
       Guru Pembimbing Lomba Karya Vokasi Moda Literasi Bergerak, Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, pihaknya sempat pesimistis karena waktu persiapan lomba yang terbatas. “Hampir saja karya anak-anak ini tidak bisa diikutkan lomba karena batas akhir penutupan lomba dibatasi sampai pukul 24.00 pada hari Kamis (26/1/2018). Namun, dengan sedikit ngeyel, akhirnya karya anak-anak bisa masuk juga. Alhamdulillah, ini hadiah besar dari Allah buat SMK Baitul Makmur,” kata Febby.

       Dia menjelaskan, SMK Baitul Makmur mengirimkan tiga dari empat kriteria yang  dilombakan. Selain Vokasi Moda Literasi Bergerak, lomba karya yang diikuti adalah Kearifan Vokasi Nusantara Dulu dan Sekarang, dan Sudut Baca Vokasi.
      “Kunci kesuksesan SMK Baitul Makmur  menjuarai lomba literasi Tingkat Provinsi Jawa Timur ini adalah kekompakan para tenaga pengajar di SMK Baitul Makmur, semangat dari anaknya juga, dan Allah mempermudah jalannya maka jadilah seperti ini,” kata Febby.


      Sementara itu, Fina Sahro mengatakan tidak menyangka meraih juara II dalam lomba literasi yang baru kali pertama diikutinya. “Saya sempat pesimistis karena pesertanya bagus-bagus. Apalagi, saya satu-satunya peserta perempuan dalam kategori lomba Vokasi Moda Literasi Bergerak ini,” kata Fina bangga. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 05 Agustus 2018

Gelar Permainan untuk Jalin Kekompakan dan Kebersamaan


MALANG_BM-Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di jenjang SMK Islam Baitul Makmur berakhir Rabu (18/7/2018). Selain pemberian materi, juga digelar aneka permainan untuk menjalin kekompakan dan kebersamaan siswa. Permainan yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Sawojajar 17B No. 58 ini berlangsung meriah.


Ada tiga permainan yang digelar selama MPLS yakni, yang pertama, memasukkan jarum ke botol. Kedua, membawa gelas berisi air di atas sarung. Ketiga,mengisi air ke dalam botol air minum dalam kemasan (AMDK) kemasan 1,5 liter yang atasnya dilubangi. Untuk menjalankan ketiga permainan tersebut, setiap tim terdiri dari empat orang siswa.


Keriuhan acara terlihat saat permainan memasukkan paku ke dalam botol digelar. Paku yang diikat tepat di tengah-tengah tali dimasukkan secara bersamaan oleh empat orang yang masing-masing diikatkan tali di tempat ikat pinggang atau di bagian belakang bagian tubuh peserta lomba. Kekompakan anggota tim menentukan cepat tidaknya untuk memenangkan permainan ini.
Setelah beradu kekompakan dan strategi, akhirnya tim dari Kelas 11 berhasil memenangkan permainan ini. Selanjutnya, tim Kelas 11 berhadapan dengan tim guru SMK Islam Baitul Makmur yang berjumlah dua tim. Sayangnya, kedua tim guru tidak berhasil mengalahkan tim Kelas 11 yang lebh cepat memasukkan paku ke dalam botol.


Dalam permainan kedua, yakni membawa gelas berisikan air di atas sarung yang dibentangkan oleh masing-masing anggota tim siswa kembali diuji konsentrasi dan kekompakannya. Dengan hati-hati, empat tim siswa SMK Islam Baitul Makmur membawa gelas tersebut ke tempat yang sudah ditunjuk. Dari permainan ini tim dari Kelas 11 kembali sukses menyelesaikan tugasnya yang tercepat.


Selanjutnya, dalam permainan ketiga mengisi botol yang sudah dilubangi di bagian atasnya, kerja sama dan kekompakan siswa harus dilakukan. Pasalnya, tanpa ada itu tidak akan diraih hasil yang maksimal. Sebab, dalam permainan ini ada pembagian tugas yang jelas di antara anggota dalam satu tim. Misalnya, ada siswa yang harus mengambil air sedangkan anggota lainnya menutupi lubang di botol agar air tidak tumpah. Dari permainan ini, tim dari Kelas12 yang berhasil mempertahankan isi air dalam botol agar tidak tumpah dalam waktu yang ditentukan.


Digelarnya permainan selama menjalani MPLS ini, menurut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, M.Pd, bertujuan untuk membentuk semangat, kekompakan, dan kebersamaan siswa selama  menjalani pendidikan di SMK Islam Baitul Makmur. Karena itu, setiap usai permainan digelar dijelaskan makna atau filosofi dari setiap permainan tersebut.


Misalnya, kata Febby, dalam permainan mengisi air ke dalam botol yang dilubangi, siswa diajak melakukan kerja sama dan menjalankan organisasi yang baik dalam semua hal, khususnya selama mengenyam pendidikan di Baitul Makmur. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Kamis, 02 Agustus 2018

Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik, Baitul Makmur Gelar Workshop

MALANG_BM- Yayasan Baitul Makmur terus meningkatkan kualitas para tenaga pendidiknya dengan menggelar Workshop bagi guru TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam Baitul Makmur.
Acara yang digelar di Ruang Kelas Lantai 2, Rabu (11/7/2018), menghadirkan nara sumber Arif Zulkarnaen, Kepala Cabang Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Malang.

      Menurut Kepala Sekolah SD Islam dan SMK Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M workshop ini bertujuan untuk membuka cakrawala pemikiran dan perubahan mindset dalam memotivasi guru untuk meningkatkan potensi anak didik agar mampu berprestasi, khususnya dalam bidang studi matematika.
Selain itu, lanjut Bu Fat, sapaan akrab Dra. Hj. Fatimah, M.M, guru sebagai ujung tombak pendidikan harus bisa menjadi fasilitator yang menyenangkan dan terus memotivasi peserta didik untuk lebih menyukai belajar.
“Yayasan Baitul Makmur bertekad untuk mengawali perubahan iklim belajar mengajar yang lebih progresif, responsif terhadap perubahan zaman, dan menyuguhkan suasana belajar yang lebih nyaman, saling mendukung dan menyenangkan, serta berprestasi,” paparnya.
Sementara itu, sebagai narasumber Arif Zulkarnaen mengungkapkan kegembiraan atas penyelenggaraan workshop yang diselenggarakan di kompleks pendidikan Baitul Makmur.
Dalam workshop ini, Arif memaparkan materinya dengan gaya santai dan segar yakni cara efektif membimbing siswa untuk berprestasi. “Dalam kegiatan ini saya mengingatkan kembali para pendidik di sini (Baitul Makmur) supaya mereka ingat kembali visi misi sekolahan ini apa. Karena visi misi ini sudah membimbing mau ke mana anak didik itu didesain,” papar Arif.

Selain itu, Arif juga menyampaikan perjalanan KPM dalam melatih siswa berprestasi mulai tingkat regional hingga internasional. “Jadi, tadi kami ceritakan bagaimana KPM itu melatih siswa supaya berprestasi. Contohnya, lomba-lomba yang diikuti KPM di antaranya di Filipina, Hongkong, Korea, China, dan negara-negara lainnya,” kata Arif.
Menurut Arif, pelatihan yang diterapkan tidak hanya sekedar pencapaian prestasi tetapi juga pembentukan akhlak yang baik.
 Arif berharap, dengan digelarnya workshop ini para tenaga pendidik di Baitul Makmur tidak terjebak bahwa prestasi itu di lomba-lomba yang “wah”. “Semua itu punya prestasinya, bahkan misalnya di sini ada lingkungan, lingkungannya dijadikan prestasi. Jadi, apa saja bisa dijadikan prestasi. Tinggal, para pengajar di sini (Baitul Makmur) ada komitmen untuk melakukan itu. Kalau hanya sekedar rencana saja tanpa ada pelaksanaan, kapan bisa majunya,” kata Arif. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 27 Juni 2018

Motivasi menjadi Tahfidz


Jangan pernah berhenti untuk merayu diri agar segera bangkit. Tanyakanlah pada diri kita:

1. Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggan untuk hidup dengan wahyu Allah Swt?

Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur’an, dengan apa lagi?


2. Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.


3. Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dengan nikmat-Nya yang demikian banyak, yang diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an?


4. Wahai jiwaku, sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya, jika kamu tidak membaca Al-Qur’an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.


5. Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.


6. Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu?


Ungkapan di atas adalah perenungan bagi setiap jiwa, agar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna…

“….Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu supaya kamu berpikir. Tentang dunia dan akhirat…” (QS Al-Baqarah [2]: 219-220)

Semoga Allah memberi kemampuan bagi kita semua …

Aamiin yaa Robbal Alamiin,,

oleh : Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc, Al-Hafidz

#IndonesiaMengaji
Sekolah Tahfidz di malang, Pondok Tahfidz di malang

Manfaat menjadi Tahfidz

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

14. Pikiran yang jernih.
15. Kekuatan memori.
16. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
17. Senang dan bahagia.
18. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
19. Mampu berbicara di depan publik.
20. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh           kepercayaan dari orang lain.

21. Terbebas dari penyakit akut.
22. Dapat meningkatkan IQ.
23. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.

Tagline: Baitul Makmur sekolah tahfidz quran di malang, pondok pesantren Baitul Makmur tahfidz di malang, pondok pesantren tahfidz quran terbaik

Kamis, 03 Mei 2018

Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional SMK Baitul Makmur Malang

Catatan :
Selamat atas kelulusan Ujian Nasional yang dicapai.