Latest Posts | Latest posts from our site.

Senin, 14 Januari 2019

Azza dan Aziza Wakili SMK Baitul Makmur di LKS Wilker III Jawa Timur


MALANG_BM-Dua siswi SMK Baitul Makmur Malang yakni Azzahro Maulidiah dan Nur Aziza Sekar Arivia mewakili sekolah untuk berlaga di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2019 Wilayah Kerja (Wilker) III Provinsi Jawa Timur. Lomba yang digelar selama dua hari, mulai hari ini (15/1/2019) hingga Rabu (16/1/2019), akan menampilkan keterampilan dan keahlian siswa siswi dari SMK yang tergabung dalam Wilker III yang meliputi Tulungagung, Blitar, Mojokerto, Kediri, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Pembukaan LKS 2019 digelar Senin malam (14/1/2019) di SMKN 2 Malang.
Azzahro Maulidiah, yang akrab disapa Azza, mengikuti LKS 2019 Wilker III Jatim di bidang keperawatan. Azza yang saat ini duduk di Kelas XII jurusan Keperawatan (KPR) SMK Baitul Makmur ini, sebelumnya pernah meraih juara favorit dalam ajang Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang pada September 2018. Sedangkan Ziza, sapaan akrab Nur Aziza Sekar Arivia, merupakan siswi SMK Baitul Makmur jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Kedua siswi ini terpilih mewakili SMK Baitul Makmur setelah lolos seleksi di internal sekolah. Untuk maju dalam kompetisi di LKS SMK 2019 Wilker III Jatim ini, Azza dan Ziza masing-masing akan didampingi guru pembimbing. Guru Keperawatan SMK Baitul Makmur Puji Erlenawati S.Kep, ditunjuk menjadi guru pembimbing Azza dalam kompetisi ini. Sedangkan Rangga Pahlevi, Mt, Guru Komputer Jaringan SMK Baitul Makmur, ditunjuk sebagai guru pembimbing Ziza.

Puji Erlenawati mengatakan, keikutsertaan SMK Baitul Makmur dalam ajang LKS ini merupakan kali pertama. “Alhamdulillah, SMK Baitul Makmur akhirnya bisa mengikuti LKS tahun ini setelah panitia memberikan kesempatan. Pasalnya, waktu pendaftaran sudah ditutup sejak September 2018. Namun, setelah kami berupaya sungguh-sungguh ke panitia, terutama lobi-lobi yang dilakukan oleh Pak Febby (Kepala SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd) melalui MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK, akhirnya SMK Baitul Makmur diperbolehkan mengikuti seleksi,” papar guru yang biasa disapa Bu Puji ini, Senin (14/1/2019)
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan Azza secara intensif untuk mengikuti LKS SMK 2019 ini. “Kami mempersiapkan Azza dengan memberikan pelatihan secara intensif sesuai kisi-kisi yang dilombakan. Apalagi, dalam LKS ini materi yang dilombakan 80 persen berupa praktik dan sisanya 20 persen teori,” ujar guru yang saat ini sedang menanti kelahiran anak keduanya ini.
Dia menambahkan, jumlah peserta LKS SMK 2019 bidang keperawatan awalnya sebanyak 19 SMK di Wilker III Jatim. Namun, saat technical meeting ada yang mundur satu sehingga tinggal 18 peserta. Dari jumlah peserta ini, akan diambil lima terbaik mewakili Wilker III Jatim untuk diadu dengan wakil dari wilayah kerja lain yang akan digelar di Surabaya.
Pelaksanaan lomba bidang keperawatan berlangsung di SMKN 2 Malang. Sedangkan pelaksanaan lomba bidang komputer jaringan berlangsung di SMKN 4 Malang,” kata dia.
       Hal senada juga dikatakan Rangga Pahlevi. Sebagai guru pembimbing, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan Ziza dalam ajang LKS SMK 2019. “Salah satu upaya kami adalah memperdalam ilmu-ilmu baru kepada Ziza yang akan diujikan dalam LKS kali ini. Semoga upaya kami ini bisa membuahkan hasil. Karena itu, kami mohon doanya agar Ziza dan Azza bisa berhasil lolos seleksi mewakili wilayah kerja tiga,” kata dia. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 09 Desember 2018

Bahas Program Kerja, MGMP Keperawatan Adakan Pertemuan di SMK Baitul Makmur

MALANG_BM-Dalam rangka menyelaraskan program-program kerja di tahun pelajaran 2018/2019, guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Keperawatan SMK Kota Malang, menggelar pertemuan di SMK Baitul Makmur, Selasa (27/11/2018). Banyak agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Aditya Noorma Arista, S.Kep.Ns, Ketua MGMP Keperawatan Kota Malang mengatakan, jumlah SMK di Kota Malang yang ada jurusan keperawatannya sebanyak tujuh sekolahan dari total 30 guru yang menjadi anggota. “Namun, karena banyak yang tidak aktif, akan kami data lagi jumlah angotanya,” kata Tya, sapaan akrab Aditya Noorma Arista, didampingi Guru Keperawatan SMK Baitul Makmur Puji Erlenawati S.Kep.

Tya menjelaskan, pada pertemuan ini dibahas di antaranya tentang program kerja secara umum terkait pertemuan rutin, tentang pembuatan soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN), terkait lomba kompetensi siswa (LKS), dan pembentukan kepengurusan yang baru.
Berdasarkan SK sebelumnya, lanjut dia, kepengurusan MGMP Keperawatan yang sekarang akan berakhir pada Desember 2018 ini. Karena itu perlu dibentuk pengurus baru yang dikoordinasikan dengan pengawas dan pembina MGMP Keperawatan Kota Malang.

“Pada pertemuan ini juga ada sosialisasi pembinaan dan membahas terkait lomba kompetensi siswa (LKS) wilker (wilayah kerja) 3 yang kemungkinan akan dilaksanakan Januari 2019,” jelas guru keperawatan SMK Kesehatan Adi Husada ini.
      Tya menambahkan, dalam pertemuan ini juga dibahas tentang buku panduan praktikum yang akan buat bersama. Harapannya, buku ini bisa dibukukan dan dijual ke anggota sebagai penghasilan yang akan masuk kas MGMP.

Harapannya selanjutnya, menurut dia, ada pertemuan lagi. Pasalnya, semester II-2019 akan banyak agenda, terutama dari guru produktif keperawatan. Di antaranya prakerin, ujian kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional. “Terkadang waktunya berdekatan sehingga kita sulit untuk menjadwalkan pertemuan kembali karena kesibukan masing-masing,” kata Tya.
Selain itu, Tya mengatakan, ke depannya akan ada pelatihan-pelatihan bagi guru. “Saat ini pelatihan belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan dana di MGMP. Karena itu, kami akan menambahi kas di antaranya dari iuran anggota, penjualan buku LKS yang kita buat, dan lain-lain,” paparnya. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto
     



Rabu, 31 Oktober 2018

SCHOOL ADMISSION OPEN 2018



Siswa SMK Baitul Makmur Dilatih Kewirausahaan

MALANG_BM-Untuk melatih kewirausahaan terhadap siswa, SMK Baitul Makmur bekerja sama dengan PT Nutrifood Indonesia Area Malang dan Pasuruan menggelar presentasi Marketing Challenge 2018 di Ruang Kelas SMK Baitul Makmur, Selasa (16/10/2018). Dari presentasi ini diharapkan anak didik SMK yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No.58 ini terpacu untuk menjadi pebisnis dalam skala kecil.
Beny Chandra, Marketing Coordinator Promotion Nutrifood area Malang dan Pasuruan mengatakan, pihaknya merasa senang atas kesempatan yang diberikan SMK Baitul Makmur untuk menggelar presentasi Marketing Challenge.

“Kami sharing tentang Yuzu Another Sales dalam rangka Marketing Challenge 2018. Kami memberikan materi tentang marketing ke adik-adik di SMK Baitul Makmur. Harapannya seminggu ke depan akan ada challenge dari Nutrisari Yuzu,” papar Beny di sela-sela presentasi Marketing Challenge 2018.  
Dia mengatakan, siswa yang berhasil dalam menjalankan penjualan produk Nutrifood yang sudah ditentukan akan dipilih sekolah untuk mewakili SMK Baitul ke tingkat Malang Raya mengikuti Yuzu Business Plan 2018.
      “Kami menawarkan marketing challenge ke sekolah-sekolah di Malang Raya untuk nanti pelaksanaan tanggal 20 Desember. Prosesnya, sekolah akan memilih tim marketing kemudian presentasi di tingkat Malang Raya untuk diambil juara 1, 2, dan 3,” kata Beny.

      Beny berharap dari kegiatan ini siswa bisa termotivasi untuk belajar lagi bukan hanya memaksimalkan di internal sekolah. Tetapi di eksternal sekolah siswa bisa belajar marketing yang bisa menjadi bekal setelah lulus dari SMK Baitul Makmur.
      Dia menambahkan, peserta terbaik dari marketing challenge ini berkesempatan untuk magang di Nutrifood Area Malang. “Yang tertarik bisa mengajukan lamaran ke Nutrifood Area Malang, nanti akan kami seleksi. Magang di kami tidak hanya sekedar belajar tentang Nutrifood tetapi nanti akan ada uang pengganti kendaraan, dan dianggap sebagai tim Nutrifood di area tersebut,” tegas dia.

      Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengatakan, presentasi Marketing Challenge 2018 ini diikuti oleh semua siswa kelas X, XI, dan XII. Karena itu, dia berharap setiap siswa memiliki semangat untuk lebih berkompetensi di bidang kewirausahaan.
“Dari Nutrifood memang memberikan kesempatan kepada selama satu minggu, siswa punya kemampuan menjualnya berapa. Ketika nanti yang jualnya paling banyak, dia yang berhak mengikuti marketing challenge pada Desember nanti melawan dengan sekolah lain,” ujar dia. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Kamis, 13 September 2018

Lagi, Siswa SMK Baitul Makmur Torehkan Prestasi Juara Favorit Lomba Pidato se-Kota Malang

MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Baitul Makmur kembali sukses menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini, Azzahro Maulidia, siswa Kelas XII Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil mendapatkan juara favorit dalam ajang Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang. Acara yang digelar oleh Garda Pancasila Kota Malang yang diketuai mantan Wali Kota Malang Drs Peni Suparto, MAP,  pada Ahad (9/9/2018) ini bertempat di Gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, Jalan Ijen.

       Sebelumnya, Fina Sahro, siswa Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Islam Baitul Makmur mencatatkan prestasi Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.
      Guru Pembimbing Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang SMK Islam Baitul Makmur, Restu Hapsari Rahayu, S.Pd, mengatakan keberhasilan Azza, sapaan Azzahro Maulidia, meraih salah satu juara karena adanya potensi besar yang dimiliki siswanya tersebut.

      “Saya hanya tinggal memoles dan memberikan tambahan sedikit karena pada dasarnya Azza punya kemampuan untuk bicara di depan banyak orang dan rasa percaya diri yang cukup. Mudah-mudahan dapat juaranya tidak hanya di tingkat lokal saja tetapi jenjang lebih tinggi lagi,” ujar guru Bahasa Indonesia yang murah senyum ini.
       Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, yang juga guru pembimbing Azza, menambahkan pihaknya optimistis bakal mendapatkan salah satu juara dari 50 peserta yang tampil saat itu. Padahal, persiapannya mepet, hanya tiga hari menjelang lomba.
Tetapi, lanjut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur ini, penampilan Azza saat itu dinilai bagus, tidak terkesan canggung walaupun kurang latihannya, dasarnya memiliki basic yang kuat, dan semangat untuk fastabihul khairatnya bersaing.

      “Saya hanya mengarahkan  agar suaranya ‘keluar’, seperti intonasinya, pelafalannya, ekspresi wajah dan gayanya,” kata Febby yang sebelumnya juga sukses membimbing dan mengantarkan Fina Zahro juara II dalam Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.
Selain meraih juara favorit, dia mengatakan, siswa SMK Baitul Makmur yang datang bersama gurunya untuk mendukung penampilan Azza dalam ajang lomba tersebut, juga meraih penghargaan sebagai suporter terbaik ketiga.
“Alhamdulillah, spontanitas anak-anak yang turut menyemangati temannya berlomba berhasil meraih juara ketiga sebagai supporter terbaik,” ujarnya.

Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, menyatakan terima kasihnya atas keberhasilan Azza meraih juara favorit dalam lomba pidato tersebut. “Alhamdulillah saya sampaikan terima kasih kepada Azza, mudah-mudahan ini menjadi embrio jauh lebih baik dan  menjadi pioner bagi teman-temannya di sini. Jadi ini alhamdulillah dengan pembimbing-pembimbing yang baru, rasanya Baitul Makmur semakin lebih baik, utamanya SMK. Terima kasih Pak Feby dan teman-teman yang lain sudah membimbing anak-anak,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini.

      Sementara itu, saat dimintai komentarnya, Azza mengatakan kegembiraannya atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah dari tampil pada lomba kemarin saya mendapatkan ilmu, baik dari isi pidato yang disampaikan maupun kesempatan yang diberikan. Awalnya, saya sempat pesimistis tetapi setelah melihat kehadiran Pak Feby bersama Bu Heny (Heny Yuni Prastuti, S.Pd) dan teman-teman melecut saya tampil optimal,” kata Azza bangga. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 06 Agustus 2018

“Naik Bus Ongkosnya Baca” Antar SMK Baitul Makmur Juara II Festival Literasi Se-Jatim

MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baitul Makmur sukses meraih Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam bidang Lomba Karya Vokasi Moda Literasi Bergerak.  Mengusung “Naik Bus Ongkosnya Baca”, Fina Sahro, siswi Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil menjadi terbaik kedua lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.


      Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan, prestasi yang diraih Fina Sahro merupakan prestasi yang luar biasa bagi SMK Baitul Makmur yang beralamat Jalan Sawojajar 17B No.58 ini. Pasalnya, persiapan yang dilakukan sangat mepet mendekati batas akhir pendaftaran
      “Persiapan yang dilakukan hanya empat hari sebelum penutupan, anak-anak alhamdulillah mendapatkan hasil juara kedua. Kami bersyukur sekali, karena yang masuk nominasi seleksi se-Jawa Timur sebanyak 75 peserta dari sekitar 600 peserta yang mengusulkan karyanya, dan dari jumlah ini kami berhasil meraih juara atas nama Fina Sahro,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini, di SMK Baitul Makmur, Rabu (1/8/2018).


      Bu Fat berharap prestasi yang dicapai SMK Baitul Makmur ini merupakan awal untuk meraih keberhasilan di tahun-tahun mendatang. Apalagi, lomba literasi ini merupakan sesuatu yang baru diperlombakan. “Jadi, prestasi ini sangat membanggakan kami karena ini pengalaman pertama bagi SMK Baitul Makmur,” papar dia.
       Guru Pembimbing Lomba Karya Vokasi Moda Literasi Bergerak, Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, pihaknya sempat pesimistis karena waktu persiapan lomba yang terbatas. “Hampir saja karya anak-anak ini tidak bisa diikutkan lomba karena batas akhir penutupan lomba dibatasi sampai pukul 24.00 pada hari Kamis (26/1/2018). Namun, dengan sedikit ngeyel, akhirnya karya anak-anak bisa masuk juga. Alhamdulillah, ini hadiah besar dari Allah buat SMK Baitul Makmur,” kata Febby.

       Dia menjelaskan, SMK Baitul Makmur mengirimkan tiga dari empat kriteria yang  dilombakan. Selain Vokasi Moda Literasi Bergerak, lomba karya yang diikuti adalah Kearifan Vokasi Nusantara Dulu dan Sekarang, dan Sudut Baca Vokasi.
      “Kunci kesuksesan SMK Baitul Makmur  menjuarai lomba literasi Tingkat Provinsi Jawa Timur ini adalah kekompakan para tenaga pengajar di SMK Baitul Makmur, semangat dari anaknya juga, dan Allah mempermudah jalannya maka jadilah seperti ini,” kata Febby.


      Sementara itu, Fina Sahro mengatakan tidak menyangka meraih juara II dalam lomba literasi yang baru kali pertama diikutinya. “Saya sempat pesimistis karena pesertanya bagus-bagus. Apalagi, saya satu-satunya peserta perempuan dalam kategori lomba Vokasi Moda Literasi Bergerak ini,” kata Fina bangga. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 05 Agustus 2018

Gelar Permainan untuk Jalin Kekompakan dan Kebersamaan


MALANG_BM-Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di jenjang SMK Islam Baitul Makmur berakhir Rabu (18/7/2018). Selain pemberian materi, juga digelar aneka permainan untuk menjalin kekompakan dan kebersamaan siswa. Permainan yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Sawojajar 17B No. 58 ini berlangsung meriah.


Ada tiga permainan yang digelar selama MPLS yakni, yang pertama, memasukkan jarum ke botol. Kedua, membawa gelas berisi air di atas sarung. Ketiga,mengisi air ke dalam botol air minum dalam kemasan (AMDK) kemasan 1,5 liter yang atasnya dilubangi. Untuk menjalankan ketiga permainan tersebut, setiap tim terdiri dari empat orang siswa.


Keriuhan acara terlihat saat permainan memasukkan paku ke dalam botol digelar. Paku yang diikat tepat di tengah-tengah tali dimasukkan secara bersamaan oleh empat orang yang masing-masing diikatkan tali di tempat ikat pinggang atau di bagian belakang bagian tubuh peserta lomba. Kekompakan anggota tim menentukan cepat tidaknya untuk memenangkan permainan ini.
Setelah beradu kekompakan dan strategi, akhirnya tim dari Kelas 11 berhasil memenangkan permainan ini. Selanjutnya, tim Kelas 11 berhadapan dengan tim guru SMK Islam Baitul Makmur yang berjumlah dua tim. Sayangnya, kedua tim guru tidak berhasil mengalahkan tim Kelas 11 yang lebh cepat memasukkan paku ke dalam botol.


Dalam permainan kedua, yakni membawa gelas berisikan air di atas sarung yang dibentangkan oleh masing-masing anggota tim siswa kembali diuji konsentrasi dan kekompakannya. Dengan hati-hati, empat tim siswa SMK Islam Baitul Makmur membawa gelas tersebut ke tempat yang sudah ditunjuk. Dari permainan ini tim dari Kelas 11 kembali sukses menyelesaikan tugasnya yang tercepat.


Selanjutnya, dalam permainan ketiga mengisi botol yang sudah dilubangi di bagian atasnya, kerja sama dan kekompakan siswa harus dilakukan. Pasalnya, tanpa ada itu tidak akan diraih hasil yang maksimal. Sebab, dalam permainan ini ada pembagian tugas yang jelas di antara anggota dalam satu tim. Misalnya, ada siswa yang harus mengambil air sedangkan anggota lainnya menutupi lubang di botol agar air tidak tumpah. Dari permainan ini, tim dari Kelas12 yang berhasil mempertahankan isi air dalam botol agar tidak tumpah dalam waktu yang ditentukan.


Digelarnya permainan selama menjalani MPLS ini, menurut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, M.Pd, bertujuan untuk membentuk semangat, kekompakan, dan kebersamaan siswa selama  menjalani pendidikan di SMK Islam Baitul Makmur. Karena itu, setiap usai permainan digelar dijelaskan makna atau filosofi dari setiap permainan tersebut.


Misalnya, kata Febby, dalam permainan mengisi air ke dalam botol yang dilubangi, siswa diajak melakukan kerja sama dan menjalankan organisasi yang baik dalam semua hal, khususnya selama mengenyam pendidikan di Baitul Makmur. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto