Senin, 06 Agustus 2018

“Naik Bus Ongkosnya Baca” Antar SMK Baitul Makmur Juara II Festival Literasi Se-Jatim

MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baitul Makmur sukses meraih Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam bidang Lomba Karya Vokasi Moda Literasi Bergerak.  Mengusung “Naik Bus Ongkosnya Baca”, Fina Sahro, siswi Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil menjadi terbaik kedua lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.


      Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan, prestasi yang diraih Fina Sahro merupakan prestasi yang luar biasa bagi SMK Baitul Makmur yang beralamat Jalan Sawojajar 17B No.58 ini. Pasalnya, persiapan yang dilakukan sangat mepet mendekati batas akhir pendaftaran
      “Persiapan yang dilakukan hanya empat hari sebelum penutupan, anak-anak alhamdulillah mendapatkan hasil juara kedua. Kami bersyukur sekali, karena yang masuk nominasi seleksi se-Jawa Timur sebanyak 75 peserta dari sekitar 600 peserta yang mengusulkan karyanya, dan dari jumlah ini kami berhasil meraih juara atas nama Fina Sahro,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini, di SMK Baitul Makmur, Rabu (1/8/2018).


      Bu Fat berharap prestasi yang dicapai SMK Baitul Makmur ini merupakan awal untuk meraih keberhasilan di tahun-tahun mendatang. Apalagi, lomba literasi ini merupakan sesuatu yang baru diperlombakan. “Jadi, prestasi ini sangat membanggakan kami karena ini pengalaman pertama bagi SMK Baitul Makmur,” papar dia.
       Guru Pembimbing Lomba Karya Vokasi Moda Literasi Bergerak, Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, pihaknya sempat pesimistis karena waktu persiapan lomba yang terbatas. “Hampir saja karya anak-anak ini tidak bisa diikutkan lomba karena batas akhir penutupan lomba dibatasi sampai pukul 24.00 pada hari Kamis (26/1/2018). Namun, dengan sedikit ngeyel, akhirnya karya anak-anak bisa masuk juga. Alhamdulillah, ini hadiah besar dari Allah buat SMK Baitul Makmur,” kata Febby.

       Dia menjelaskan, SMK Baitul Makmur mengirimkan tiga dari empat kriteria yang  dilombakan. Selain Vokasi Moda Literasi Bergerak, lomba karya yang diikuti adalah Kearifan Vokasi Nusantara Dulu dan Sekarang, dan Sudut Baca Vokasi.
      “Kunci kesuksesan SMK Baitul Makmur  menjuarai lomba literasi Tingkat Provinsi Jawa Timur ini adalah kekompakan para tenaga pengajar di SMK Baitul Makmur, semangat dari anaknya juga, dan Allah mempermudah jalannya maka jadilah seperti ini,” kata Febby.


      Sementara itu, Fina Sahro mengatakan tidak menyangka meraih juara II dalam lomba literasi yang baru kali pertama diikutinya. “Saya sempat pesimistis karena pesertanya bagus-bagus. Apalagi, saya satu-satunya peserta perempuan dalam kategori lomba Vokasi Moda Literasi Bergerak ini,” kata Fina bangga. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

The Author

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi eu sem ultrices, porttitor mi eu, euismod ante. Maecenas vitae velit dignissim velit rutrum gravida sit amet eget risus. Donec sit amet mollis nisi, nec commodo est.

Minggu, 05 Agustus 2018

Gelar Permainan untuk Jalin Kekompakan dan Kebersamaan


MALANG_BM-Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di jenjang SMK Islam Baitul Makmur berakhir Rabu (18/7/2018). Selain pemberian materi, juga digelar aneka permainan untuk menjalin kekompakan dan kebersamaan siswa. Permainan yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Sawojajar 17B No. 58 ini berlangsung meriah.


Ada tiga permainan yang digelar selama MPLS yakni, yang pertama, memasukkan jarum ke botol. Kedua, membawa gelas berisi air di atas sarung. Ketiga,mengisi air ke dalam botol air minum dalam kemasan (AMDK) kemasan 1,5 liter yang atasnya dilubangi. Untuk menjalankan ketiga permainan tersebut, setiap tim terdiri dari empat orang siswa.


Keriuhan acara terlihat saat permainan memasukkan paku ke dalam botol digelar. Paku yang diikat tepat di tengah-tengah tali dimasukkan secara bersamaan oleh empat orang yang masing-masing diikatkan tali di tempat ikat pinggang atau di bagian belakang bagian tubuh peserta lomba. Kekompakan anggota tim menentukan cepat tidaknya untuk memenangkan permainan ini.
Setelah beradu kekompakan dan strategi, akhirnya tim dari Kelas 11 berhasil memenangkan permainan ini. Selanjutnya, tim Kelas 11 berhadapan dengan tim guru SMK Islam Baitul Makmur yang berjumlah dua tim. Sayangnya, kedua tim guru tidak berhasil mengalahkan tim Kelas 11 yang lebh cepat memasukkan paku ke dalam botol.


Dalam permainan kedua, yakni membawa gelas berisikan air di atas sarung yang dibentangkan oleh masing-masing anggota tim siswa kembali diuji konsentrasi dan kekompakannya. Dengan hati-hati, empat tim siswa SMK Islam Baitul Makmur membawa gelas tersebut ke tempat yang sudah ditunjuk. Dari permainan ini tim dari Kelas 11 kembali sukses menyelesaikan tugasnya yang tercepat.


Selanjutnya, dalam permainan ketiga mengisi botol yang sudah dilubangi di bagian atasnya, kerja sama dan kekompakan siswa harus dilakukan. Pasalnya, tanpa ada itu tidak akan diraih hasil yang maksimal. Sebab, dalam permainan ini ada pembagian tugas yang jelas di antara anggota dalam satu tim. Misalnya, ada siswa yang harus mengambil air sedangkan anggota lainnya menutupi lubang di botol agar air tidak tumpah. Dari permainan ini, tim dari Kelas12 yang berhasil mempertahankan isi air dalam botol agar tidak tumpah dalam waktu yang ditentukan.


Digelarnya permainan selama menjalani MPLS ini, menurut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, M.Pd, bertujuan untuk membentuk semangat, kekompakan, dan kebersamaan siswa selama  menjalani pendidikan di SMK Islam Baitul Makmur. Karena itu, setiap usai permainan digelar dijelaskan makna atau filosofi dari setiap permainan tersebut.


Misalnya, kata Febby, dalam permainan mengisi air ke dalam botol yang dilubangi, siswa diajak melakukan kerja sama dan menjalankan organisasi yang baik dalam semua hal, khususnya selama mengenyam pendidikan di Baitul Makmur. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

The Author

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi eu sem ultrices, porttitor mi eu, euismod ante. Maecenas vitae velit dignissim velit rutrum gravida sit amet eget risus. Donec sit amet mollis nisi, nec commodo est.

Kamis, 02 Agustus 2018

Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik, Baitul Makmur Gelar Workshop

MALANG_BM- Yayasan Baitul Makmur terus meningkatkan kualitas para tenaga pendidiknya dengan menggelar Workshop bagi guru TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam Baitul Makmur.
Acara yang digelar di Ruang Kelas Lantai 2, Rabu (11/7/2018), menghadirkan nara sumber Arif Zulkarnaen, Kepala Cabang Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Malang.

      Menurut Kepala Sekolah SD Islam dan SMK Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M workshop ini bertujuan untuk membuka cakrawala pemikiran dan perubahan mindset dalam memotivasi guru untuk meningkatkan potensi anak didik agar mampu berprestasi, khususnya dalam bidang studi matematika.
Selain itu, lanjut Bu Fat, sapaan akrab Dra. Hj. Fatimah, M.M, guru sebagai ujung tombak pendidikan harus bisa menjadi fasilitator yang menyenangkan dan terus memotivasi peserta didik untuk lebih menyukai belajar.
“Yayasan Baitul Makmur bertekad untuk mengawali perubahan iklim belajar mengajar yang lebih progresif, responsif terhadap perubahan zaman, dan menyuguhkan suasana belajar yang lebih nyaman, saling mendukung dan menyenangkan, serta berprestasi,” paparnya.
Sementara itu, sebagai narasumber Arif Zulkarnaen mengungkapkan kegembiraan atas penyelenggaraan workshop yang diselenggarakan di kompleks pendidikan Baitul Makmur.
Dalam workshop ini, Arif memaparkan materinya dengan gaya santai dan segar yakni cara efektif membimbing siswa untuk berprestasi. “Dalam kegiatan ini saya mengingatkan kembali para pendidik di sini (Baitul Makmur) supaya mereka ingat kembali visi misi sekolahan ini apa. Karena visi misi ini sudah membimbing mau ke mana anak didik itu didesain,” papar Arif.

Selain itu, Arif juga menyampaikan perjalanan KPM dalam melatih siswa berprestasi mulai tingkat regional hingga internasional. “Jadi, tadi kami ceritakan bagaimana KPM itu melatih siswa supaya berprestasi. Contohnya, lomba-lomba yang diikuti KPM di antaranya di Filipina, Hongkong, Korea, China, dan negara-negara lainnya,” kata Arif.
Menurut Arif, pelatihan yang diterapkan tidak hanya sekedar pencapaian prestasi tetapi juga pembentukan akhlak yang baik.
 Arif berharap, dengan digelarnya workshop ini para tenaga pendidik di Baitul Makmur tidak terjebak bahwa prestasi itu di lomba-lomba yang “wah”. “Semua itu punya prestasinya, bahkan misalnya di sini ada lingkungan, lingkungannya dijadikan prestasi. Jadi, apa saja bisa dijadikan prestasi. Tinggal, para pengajar di sini (Baitul Makmur) ada komitmen untuk melakukan itu. Kalau hanya sekedar rencana saja tanpa ada pelaksanaan, kapan bisa majunya,” kata Arif. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

The Author

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi eu sem ultrices, porttitor mi eu, euismod ante. Maecenas vitae velit dignissim velit rutrum gravida sit amet eget risus. Donec sit amet mollis nisi, nec commodo est.